Ketika penyakit yang ditularkan melalui udara seperti COVID-19 terus mengancam kesehatan masyarakat, kualitas udara dalam ruangan menjadi perhatian penting. Di antara berbagai solusi pemurnian udara yang tersedia, sistem filtrasi telah menjadi pusat perhatian, dan para ahli menyoroti filter HEPA sebagai solusi paling efektif sekaligus memperingatkan tentang kompatibilitas sistem HVAC.
Sistem pemeringkatan Nilai Pelaporan Efisiensi Minimum (MERV), yang dikembangkan oleh American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers (ASHRAE), telah menjadi tolok ukur kinerja filter. Peningkatan filter ke MERV 13 atau yang lebih tinggi telah banyak direkomendasikan oleh organisasi kesehatan sebagai langkah untuk mengurangi risiko penularan COVID-19.
Dibandingkan dengan filter MERV 8 standar, filter MERV 13 menangkap lebih banyak partikel di udara termasuk debu, serbuk sari, dan spora jamur. Namun, efektivitasnya terhadap partikel berukuran virus (sekitar 0,1 mikron) masih terbatas, dan pengujian menunjukkan efisiensi kurang dari 75% untuk partikel berukuran antara 0,3-1,0 mikron.
Filter Udara Partikulat Efisiensi Tinggi (HEPA) mewakili puncak teknologi penyaringan udara, dengan semua filter HEPA memenuhi standar MERV 17 atau lebih tinggi. Filter ini menangkap 99,97% partikel berukuran 0,3-1,0 mikron, dengan efisiensi lebih tinggi lagi untuk partikel di luar kisaran ini.
Kinerja filter HEPA tingkat medis menjadikannya sangat diperlukan di rumah sakit, laboratorium, dan lingkungan berisiko tinggi lainnya. Kemampuannya dalam menghilangkan virus, bakteri, PM2.5, serbuk sari, dan tungau debu memberikan perlindungan komprehensif terhadap kontaminan di udara.
Namun, media filtrasi yang padat menciptakan hambatan besar yang tidak dapat diakomodasi oleh sebagian besar sistem HVAC konvensional. Penerapan filtrasi HEPA biasanya memerlukan unit mandiri dengan kipas yang dirancang khusus untuk menjaga aliran udara yang memadai.
Saat memilih sistem penyaringan udara, para ahli merekomendasikan untuk mempertimbangkan faktor-faktor utama berikut:
Untuk sebagian besar lingkungan perumahan dan komersial di mana peningkatan HVAC tidak memungkinkan, pembersih udara HEPA mandiri dengan filtrasi multi-tahap (termasuk pra-filter dan lapisan karbon aktif) menawarkan solusi praktis.
Selain penyaringan, para ahli merekomendasikan pendekatan holistik terhadap kualitas udara dalam ruangan:
Fasilitas medis menunjukkan peran penting filtrasi HEPA di lingkungan berisiko tinggi. Ruang operasi menggunakan sistem HEPA untuk menjaga standar udara ultra bersih, mencapai jumlah partikel di bawah 100 per kaki kubik untuk mencegah infeksi akibat pembedahan.
Skala MERV memberikan panduan penting untuk pemilihan filter:
Pakar industri mengantisipasi beberapa perkembangan dalam teknologi pemurnian udara:
Seberapa sering filter HEPA harus diganti?
Interval penggantian biasanya berkisar antara 6-12 bulan tergantung pada penggunaan dan kondisi lingkungan.
Bisakah filter HEPA dibersihkan?
Sebagian besar filter HEPA tidak dapat dicuci, meskipun debu permukaan dapat disedot dengan lembut untuk memperpanjang masa pakai.
Apakah filter HEPA menghilangkan gas dan bau?
Meskipun sangat baik untuk partikel, filter HEPA memerlukan lapisan karbon aktif untuk secara efektif mengatasi senyawa organik yang mudah menguap dan bau.